Senin, 15 April 2013

STUDI KASUS CLUB MED


STUDI KASUS :
CLUB MEDITERANIAN, MANFAAT EKONOMI BAGI NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

KETERANGAN CLUB MED.
Kekuatan
1.       Identifikasi merek kuat
2.       Konsep yang masih berjalan
3.       Staff frontline yang professional dipedesaan dan tempat perisitirahatan
4.       Mendahulukan pasar keluarga
5.       Posisi yang bersaing di pasar Amerika
6.       Harga yang bersaing di pasar liburan musim salju (walaupun ini tidak benar-benar dikenal)
7.       Sebagai leader dalam pengembangan proyek

Kelemahan
Pemimpin kantor manajemen
1.       Kekurangan pemimpin kantor manajemen yang terlatih
2.       Definisi tanggungjawab pada level manajemen yang tidak jelas
3.       Samar-samar dan tidak jelas
4.       Kekurangan proses anggaran belanja

Produk
1.       Satu dari tiga pedesaan di dalam Negara anggota membutuhkan perbaikan
2.       Terlalu pendeknya musim liburan sehingga biaya menjadi mahal utuk    bepergian ke pedesaan
3.       Perbandingan gaji karyawan yang tinggi
4.       Produknya terasa lebih mahal di Perancis

Dampak arus pemasaran
1.      Manajemen merek yang tidak efektif
2.       Komunikasi yang tidak efektif
3.       Citra yang tidak jelas
4.      Ketidakjelasan pemahaman tentang profil konsumen


TOPIK DISKUSI
  I.            Apakah manfaat dan masalah ekonomi yang ditimbulkan dari Club Med  terhadap:
a.     Negara dengan perekonomian maju (Seperti Italia dan Amerika Serikat)
b.     Negara dengan perekonomian sedang berkembang

JAWABAN:
Dampak yang dirasakan oleh masalah perekonomian yang ditimbulkan dari club Med ini sangat terlihat secara nyata pada penjualan, keuntungnan, lapangan kerja, pendapatan pajak dan penghasilan dalam suatu daerah. Tetapi dampak besarnya terjadi dib dalam sub-sektor pariwisata primer seperti penginapan, restoran, sarana transportasi, objek daya tarik wisata, Hiburan dan pedagang kecil. Pada tingkat kedua yang terjadi pada sub-sektor sekunder, Berpengaruh pada sebagian besar sector ekonomi. Analisis dampak ekonomi kegiatan pariwisata pada pengembangan Club Med lazimnya berfokus pada perubahan penjualan, penghasilan,dan penempatan tenaga kerja di daaerah bersangkutan yang terjadi akibat kegiatan pariwisata. Pada dasarnya analisis dampak ekonomi  pariwisata menelusuri aliran uang yang timbul dari transaksi pembelanjaan wisatawan yang alurnya sebagai berikut : 

1.       Kalangan Usaha dan badan-badan pemerintah selaku penerima wisatawan, kemudian
2.       Kegiatan ini melewati bidang usaha lainnya selaku pemasok (Supplier) berupa barang dan jasa kepada usaha pariwisata.
3.       Rumah tangga selaku penerima penghasilan dari pekerjaan di bidang pariwisata dan industry penunjangnya.
4.       Setelah itu peran pemerintah melalui berbagai pajak dan pungutan (resmi) dari wisatawan, usaha dan rumah tangga.

a.       Manfaat Club Med bagi perekonomian Negara maju dan Negara berkembang yaitu :
1.    Club Med berdampak pada peningkatan pendapatan Negara.
2.    dampak lainnya adalah Club Med dapat memperkuat nilai mata uang local terhadap mata uang asing.
3.    Dampak lain dapat dilihat dari peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dapat mendapatkan pekerjaan atas berdirinya Club Med.
b.       Masalah-masalah ekonomi yang ditimbulkan :
Adalah Economic Leakages, hal ini disebabkan karena Club Med dimiliki orang perancis, hal ini berarti keuntungan yang diperoleh dari hasil usaha Club Med akan lari ke negara perancis. Artinya Club Med yang telah berkembang di Negara-negara lain akan bermuara pada Negara perancis.


Minggu, 14 April 2013

EKONOMI PARIWISATA III

1. Terdapat 2 (dua) buah Negara bertetangga yang pertama adalah Negara Astina dan Negara Amarta. Negara Astina memiliki jumlah penduduk 14.500.000 jiwa sedangkan Negara Amarta memiliki jumlah penduduk 9.700.000 jiwa. Penduduk Negara Astina yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 1.150.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 475.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 185.000. Penduduk Amarta yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 675.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 355.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 193.000. Adapun yang harus anda analisis adalah negara mana yang menurut anda paling besar kemampuan sebagai negara asal wisatawan, sebutkan alasan-alasan anda dalam menarik kesimpulan yang telah anda berikan ? 


  • Negara Astina, dengan jumlah penduduk 14.500.000 jiwa


NUMBER OF TOURIST
( N )
FREQUENCY
 (F)
TRIP
( T )
1.150.000
1X PERJALANAN
1.150.000
475.000
2X PERJALANAN
950.000
185.000
3X PERJALANAN
555.000
TOTAL
1.810.000
  

TOTAL
2.655.000





N = 1.810.000
         T  = 1.620.000
         P  = 14.500.000
        
        NTP =      N     x 100%       =  1.810.000  x 100%  = 12,48 %
                         T                            14.500.000

        GTP =      T     x 100%       =   2.655.000  x 100%  = 18,31 %
                         P                            14.500.000

        TF    =      T                         =   2.655.000               = 1,46 Kali
                         P                             1.810.000
 
 
  • Negara Amarta, dengan jumlah penduduk 9.700.000 jiwa

NUMBER OF TOURIST
( N )
FREQUENCY
 (F)
TRIP
( T )
675.000
1X PERJALANAN
675.000
355.000
2X PERJALANAN
710.000
193.000
3X PERJALANAN
579.000
TOTAL
1.223.000
  

TOTAL
1.964.000




N  = 1.223.000
         T   = 1.964.000
         P  = 9.700.000
        
        NTP =      N     x 100%       =  1.223.000  x 100%   = 12,61 %
                         T                             9.700.000

        GTP =      T     x 100%       =   1.964.000  x 100%   = 20,25 %
                         P                             9.700.000

        TF    =      T                        =   1.964.000                 = 1,61 Kali
                         P                             1.223.000
 
 
 Dari analisis diatas dapat disimpulkan yaitu :
  • Dari kedua Negara tersebut yang memiliki kemampuan paling besar sebagai Negara asal  wisatawan adalah Negara Amarta , Karna memiliki total NTP , GTP dan TF yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara Astina.

     2. Sebutkan apa saja sifat-sifat dari kecenderungan perjalanan ?
  • Kecenderungan perjalanan yang Tinggi disebabkan oleh :
  • Pendapatan penduduk yang besar
  • Tingkat profesionalisme masyarakat (Wiraswasta, Direktur, Karyawan tingkat tinggi, dll)
  • Penduduk kota-kota besar
  • Kelompok usia antara 20-45 tahun
  • Kelompok keluarga kecil dan keluarga-keluarga yang memiliki anak-anak usia sekolah.
  • Tingkat pendidikan penduduk yang tinggi
  • Kecenderungan perjalanan yang Rendah disebabkan oleh :
  • Pendapatan penduduk yang kecil
  • Pekerjaan penduduk seperti Petani, Buruh dan Pensiunan
  • Anak-anak kecil dan orang-orang diatas 75 tahun
  • Para penghuni desa yang penduduknya kurang dari 2.000 orang
  • Anggota keluarga besar (>5 orang)
         
      3. Berikan contoh dari produk jasa kepariwisataan yang berada pada kondisi elastis,      elastisitas murni dan tidak elastis. Berikan alasan mengenai apa yang anda sebutkan tersebut?
  
  • Kondisi Elastis
   Seseorang yang mendapatkan undian berhadiah jalan-jalan ke Singapur,orang tersebut mendapatkan paket    lengkap dari mulai tiket, makan dan minum serta akomodasi yang seluruhnya sudah ditanggung oleh perusahaan yang menyelenggarakan undian berhadiah tersebut. 
  • Kondisi Elastis Murni
  Kenaikan ekonomi global seperti harga dollar yang semakin meningkat akan mempengaruhi produk-produk di bidang jasa pariwisata. Biaya transportasi,makanan,minuman,akomodasi,barang-barang souvenir pastinya akan mengalami peningkatan harga  dengan sendirinya tanpa batas-batas tertentu.
  • Kondisi Tidak Elastis  
 Seseorang yang sudah merencanakan 6 bulan kemudian akan berlibur ke Jepang, tentunya sudah mulai untuk menyisihkan sedikit pendapatannya setiap bulan untuk berlibur. Namun pada waktu yang telah ditentukan ternyata terjadi kenaikan biaya transportasi,maupun akomodasi untuk berlibur ke Jepang.sehingga orang tersebut mengganti destinasi wisatanya ke pulau Bali yang dianggap lebih sesuai dengan budget yang sudah direncanakannya.